NasDem Dorong Penguatan Sistem Deteksi Dini Kekerasan terhadap Anak
Jakarta, (26/2). Dinilai oleh Anggota
Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, kasus kekerasan terhadap anak 12 tahun, NS
hingga meninggal dunia oleh ibu tirinya menjadi alarm penting bagi negara untuk
mendorong penguatan sistem deteksi dini perlindungan anak.
Menurutnya, peristiwa itu sangat
memilukan dan menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap anak masih harus
terus diperkuat karena adalah amanah, bukan objek pelampiasan emosi. Negara
tidak boleh diam, dan pelaku harus diproses hukum secara tegas.
"Kasus ini juga menunjukkan bahwa
anak usia 12 tahun, yang sering dianggap sudah cukup besar, ternyata masih
sangat rentan mengalami kekerasan. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari
keluarga," kata
Dini dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
Dikaatakan olehnya, orangtua dan wali
wajib membangun pola asuh yang penuh kasih, komunikasi yang terbuka, serta
menjauhkan kekerasan dalam bentuk apa pun dari proses mendidik anak. Rumah
seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak, bukan justru tempat yang
menakutkan.
Menurut Dini, informasi bahwa kekerasan
terhadap NS tersebut bukan kali pertama dilakukan oleh pelaku, merupakan hal
yang harus disoroti. Sebab ada tanda-tanda awal yang sudah luput dari
perhatian.
Untuk itu, dimintai legislator Fraksi
Partai NasDem, kepada masyarakat, agar dimulai dari keluarga, lingkungan, dan
aparat setempat harus lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, kondisi
fisik, maupun situasi rumah tangga yang berpotensi membahayakan.
"Tetangga, guru, RT/RW, dan tokoh
masyarakat tidak boleh bersikap cuek ketika melihat indikasi kekerasan," kata dia.
Di samping itu, ia mendorong penguatan
sistem deteksi dini, layanan pengaduan yang mudah diakses, serta respons cepat
dari pemerintah daerah dan lembaga terkait.
Perlindungan anak, kata dia, tidak bisa
dibebankan hanya kepada satu pihak. Ini adalah tanggung jawab bersama antara
keluarga, masyarakat, dan negara. "Saya akan terus mengawal agar negara
hadir secara nyata dalam melindungi anak-anak kita, karena masa depan bangsa
ditentukan oleh bagaimana kita menjaga generasi hari ini," katanya.
Sebelumnya, seorang anak laki-laki
berinisial NS, 12 tahun, meninggal dunia diduga karena dianiaya oleh ibu
tirinya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Korban meninggal dengan luka lebam
dan luka bakar pada tubuhnya. (JHL.7)